Ada cerita yang tak pernah benar-benar selesai—hanya berputar, menunggu waktu yang tepat untuk kembali menemukan jalannya.
Masa putih abu menjadi masa yang indah untuk sebagian orang, termasuk Kita Ajil dan Syafna.
Kami pertama kali bertemu di masa putih abu-abu, di bangku SMA pada tahun 2017. Saat itu, semuanya terasa sederhana.
Namun perjalanan kami tak selalu berjalan lurus. Kami pernah saling melepaskan, bahkan berpisah cukup lama. Ada jarak yang tercipta, ada cerita yang berjalan masing-masing. Tapi entah bagaimana, di antara semua kemungkinan yang ada, hati kami seperti selalu tahu ke mana harus kembali.
Tahun 2021 menjadi titik temu itu. Seolah takdir dengan lembut mempertemukan kami kembali. Tapi kali ini, kami bukan lagi dua remaja yang sama. Kami datang dengan ego yang lebih besar, dengan luka yang belum sepenuhnya sembuh, dan dengan cara mencintai yang masih harus dipelajari ulang.
Hari-hari yang kami lalui setelahnya tetap penuh ujian. Tidak mudah menyatukan dua kepala yang sama-sama ingin didengar. Tidak mudah bertahan saat perasaan diuji berkali-kali. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah benar-benar berubah—keinginan untuk tetap bersama.
Hingga akhirnya, pada bulan September 2025, aku memutuskan untuk melangkah lebih jauh. Bukan lagi hanya tentang kita berdua, tapi tentang dua keluarga yang akan dipersatukan. Sebuah langkah yang penuh keberanian, sekaligus keyakinan bahwa perjalanan panjang ini memang layak diperjuangkan.
Waktu berjalan, menguji kembali keyakinan kami. Namun kali ini berbeda—kami tidak lagi ragu. Setahun yang kami lalui menjadi bukti bahwa kami telah tumbuh, telah siap, dan telah memilih satu sama lain dengan sepenuh hati.
Dan pada akhirnya, kami sampai di titik ini.
24 Mei 2026.
Hari di mana dua perjalanan yang sempat terpisah, kini benar-benar menjadi satu tujuan. Hari di mana segala cerita tentang pertemuan, perpisahan, dan penantian, akhirnya menemukan maknanya.
Karena pada akhirnya, cinta yang sejati bukanlah yang selalu mudah…
melainkan yang tetap memilih untuk kembali, bertahan, dan tumbuh bersama—apa pun yang terjadi.