Awal pertemuan kami terjadi dalam sebuah organisasi. Saat itu kami belum saling mengenal, bahkan sekadar menyapa pun tidak pernah. Hingga akhirnya dia memberanikan diri memulai percakapan melalui chat. Seiring berjalannya waktu, kami mulai dekat dan dia pun mengungkapkan perasaannya.
Namun, pada saat itu aku belum ingin menjalani hubungan pacaran. Sampai akhirnya kami sempat kehilangan komunikasi hampir dua bulan lamanya. Lucunya, di saat tidak berkomunikasi itu, aku justru menghubunginya kembali karena sebuah tantangan permainan untuk menelepon mantan. Berhubung aku tidak punya mantan, akhirnya aku menelepon dia, dan ternyata diangkat.
Sejak saat itu, komunikasi kami kembali terjalin. Dia sering tiba-tiba menjemputku pulang kerja, datang ke rumah hanya untuk membawakan makanan atau jajanan kecil. Setiap kali mengajakku pergi, dia juga selalu mengenalkanku kepada ibunya. Hingga akhirnya dia kembali mengungkapkan perasaannya.
Saat itu aku berpikir, “Coba jalani saja dulu, siapa tahu memang cocok. Kalau tidak cocok, mungkin bisa berpisah.” Namun ternyata, Allah memiliki rencana terbaik. Setelah hampir lima tahun bersama, melewati banyak rintangan dan cerita, kami tetap dipersatukan hingga hari ini. Insyaallah, kami akan melangkah ke tahap yang lebih indah, membangun rumah tangga bersama dalam ikatan suci pernikahan.